Tanah berasal dari bahasa
Yunani: pedon; bahasa
Latin: solum, yang
merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan
organik. Ada tiga kemungkinan keadaan
larutan tanah, yaitu keadaan asam, keadaan netral dan keadaan basa. Bila tanah
terkandung ion hidrogen yang cukup banyak, maka tanah trsebut bersifat asam,
dengan pH antara 0-7. Sebaliknya tanah akan bersifat basa atau alkali apabila mengandung ion OHˉ dengan nilai pH 7-14.
Metode yang biasanya dipakai dalam menentukan pH tanah adalah metode
elektrometris yaitu memakai pH meter dan metode warna dengan memakai indicator
warna.
Untuk memperoleh gambaran akan kelembaban tanah, perlu
mengetahui keadaan air tanah, udara tanah yang dapat menyebabkan ruang udara
tanah sangat menurun jika udara tanah meningkat, suhu tanah dan tekanan
barometer, serta keadaan atau keberadaan mikroba yang terdapat tanah.
Selanjutnya, untuk mengetahui gambaran tanah tersebut perlu dilakukan
pemeriksaan tanah baik pemeriksaan kimia maupun mikrobiologi. Dalam pemeriksaan
tanah tersebut diperlukan tanah yang sudah dapat mewakili keadaan tanah di
sekitar tempat yang diambil tanahnya tersebut, atau biasa disebut dengan representatif.
Adapun peralatan yang diperlukan antara lain :
- Auger / bor tangan
- Sekop
- Plastik pembungkus piltop vol 2 kg
- Sarung tangan
- Sepatu boot
- Topi kerja / helm
- Masker
- Alat tulis
- Box sampel
Tidak lupa, setelah selesai mengambil sampel tanah dan telah
dimasukkan dalam plastic piltop harus dilakukan pelabelan yang berisi
keterangan berikut ini :
a. Tanggal
pengambilan sampel :
..............................
b. Lokasi
pengambilan sampel :
..............................
c. Jenis
sampel :
padatan/sampah/tanah *)
d. Jenis
pemeriksaan : fisik/kimia/mikrobiologi
dan parasitologi
*)
e. Nama
petugas :
...................................
f. Tanda
tanga : .....................................
Berikut video mengenai pengambilan sampel /contoh tanah :
Source : Youtube
Tidak ada komentar:
Posting Komentar