Minggu, 18 November 2012

Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Jetak I Godean Yogyakarta

     Pada tanggal 8 Oktober-10 November 2012, mahasiswa semester V Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di puskesmas-puskesmas Kota Yogyakarta dan pemberdayaan masyarakat di dusun-dusun yang berada di Godean, Gamping, Sleman Yogyakarta.
     Saya (Dyka Nugrahaningsih) beserta anggota kelompok saya yang lain (Angger, Dinan, Febriana, Nellis, dan Rafita) mendapatkan lokasi PKL di Puskesmas Mantrijeron dan pemberdayaan masyarakat di Dusun Jetak I. PKL di Puskesmas Mantrijeron dilaksanakan setiap hari Senin-Sabtu pada jam kerja. Sedangkan pemberdayaan masyarakat di Dusun Jetak I tidak dilaksanakan setiap hari, melainkan pada hari-hari yang telah disepakati antara mahasiswa dengan pihak Dusun Jetak I (bapak dukuh). Misalnya pada saat ada pertemuan warga, atau arisan yang biasanya dilaksanakan oleh warga sekitar.
       Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut terdiri dari 4 tahapan, yaitu L1 (pemaparan 10 besar penyakit yang ada di wilayah Puskesmas Godean II), L2 (CSS/Community Self Survey), L3 (pelatihan kader), dan L4 (desiminasi kader terhadap masyarakat). 
       L1 dilaksanakan dengan cara memaparkan 10 besar penyakit yang diderita warga di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Pemaparan ini dilaksanakan oleh mahasiswa (kelompok saya) terhadap warga yang hadir dalam pertemuan tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai kader masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, dengan memaparkan hal-hal yang berhubungan atau mempengaruhi penyakit-penyakit tersebut seperti pengertian penyakit, penyebab penyakit, faktor resiko, cara pencegahan penyakit tersebut ditinjau dari ilmu kesehatan lingkungan, dan lain-lain. 
       L2 dilaksanakan dengan melakukan survey ke masyarakat untuk mengatahui apakah benar 10 penyakit tersebut memang diderita oleh warga sekitar. Survey tersebut dilaksanakan oleh kader sendiri,di bantu mahasiswa dengan memfasilitasi peralatan survey seperti kuesioner dan stiker untuk menandai rumah yang telah disurvey. Selanjutnya, L2 di akhiri dengan penentuan atau pengambilan kesepakatan antara mahasiswa dengan kader mengenai penyakit apa yang akan di angkat menjadi materi dalam pelatihan kader yang akan dilaksanakan (L3). Dari musyawarah yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penyakit yang akan diangkat menjadi materi adalah hipertensi dan asam urat.
      L3 dilaksanakan dengan cara melakukan pelatihan terhadap kader mengenai penyakit hipertensi dan asam urat oleh mahasiswa. Dalam pelatihan ini, kedua penyakit tersebut di uraikan lebih luas lagi. 
       L4 dilaksanakan dengan cara melakukan desiminasi terhadap masyarakat oleh kader yang telah dilatih tersebut. Desiminasi ini dilakukan dalam bentuk memaparkan materi penyakit hipertensi dan asam urat tersebut kepada masyarakat lain (masyarakat luas, yang bukan kader dan belum dilakukan pemaparan penyakit tersebut).
    Secara singkat, tujuan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit-penyakit yang di derita masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Godean II, serta mengupayakan masyarakat agar mampu mencegah dan mengendalikan penyakit berbasis lingkungan yang berada di sekitar mereka.

       Berikut beberapa dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Jetak I, Godean, Gamping, Sleman, Yogyakarta.







Foto di atas adalah kegiatan L1  (pemaparan 10 besar penyakit) yang bertempat di rumah Bapak Dukuh Jetak I.




Senin, 12 November 2012

Sanitasi Industri di Wilayah Kerja Puskesmas Mantrijeron

      Kegiatan PKL di Puskesmas Mantrijeron yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober-10 November 2012 bertujuan unutk memenuhi tugas dari 4 mata kuliah, yaitu Klinik Sanitasi, Praktik Sanitasi Tempat-Tempat Umum, Praktik Penyehatan Pemukiman, dan Praktik Sanitasi Lingkungan Kerja Industri.
       Kegiatan yang dilakukan dalam rangka Praktik Sanitasi Lingkungan Kerja Industri yaitu yang pertama melihat data industri apa saja yang terdapat di wilyah kerja Puskesmas Mantrijeron, kemudian mengambil sampel industri sebanyak 6 industri untuk dilakukan inspeksi sanitasi. Keenam industri tersebut adalah industri percetakan, mebel, bordir, backery & cake, bengkel las, dan batik.
     Kegiatan yang dilaksanakan di keenam industri tersebut yaitu menginspeksi sanitasi lingkungan kerja yang berada di industri tersebut, serta melakukan pengukuran komponen fisik seperti mengukur tingkat pencahyaan, kebisingan, kecepatan aliran udara, serta suhu dan kelembaban.
     Berikut dokumentasi serta laporan hasil sanitasi lingkungan kerja industri di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron :


Dokumentasi




Ruang produksi di industri Cake & Backery Masrifah




Pengukuran Kecepatan Aliran Udara dengan Anemometer di Ruang produksi di industri Cake & Backery Masrifah





Pengukuran kebisingan lingkungan luar di industri bordir Bang Tohir Shinta




Ruang produksi industri bordir Bang Tohir Shinta




Tampak depan industri batik Mataram

      Dan masih banyak lagi dokumentasi industri yang kami inspeksi untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Sanitasi Lingkungan Kerja Industri. 
       Berikut laporan atau hasil inspeksi sanitasi 6 industri di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron :

PPT