Senin, 24 Desember 2012

"semua tentang rasa"

Well,, i'm a university student of Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Bangga yah, jadi mahasiswa Poltek... khususnya Jurusan Kesehatan Lingkungan...
Meski berawal dari "coba-coba" karena gak tau "jurusan kesehatan lingkungan" itu apa, tapi seiring berjalannya waktu akhirnya ngerasa kalo "kesling" tuh aku banget :D
Seneng deh ya, bisa belajar ilmu kesehatan lingkungan n bakal jadi sanitarian (Aamiin)...
Jadi mahasiswa kesehatan lingkungan banyak banget ilmu yang di dapat..n banyak pengalaman juga.. Dari kunjungan-kunjungan, praktik-praktik, dan PKL yang selama ini dilaksanakan, aku smakin mengerti tugas sanitarian itu gimana n di mana... Di rumah sakit, puskesmas, PDAM, perusahaan, dinas kesehatan, dan masih banyak lagi... Ya Allaah,, semoga aku bisa masuk di salah satunya.... Aamiin...
Meski kadang ngerasa capek banget karena melakukan perjalanan jauh, tapi tetap bersyukur banget bisa mendatangi/mengunjungi tempat-tempat seperti Loka Litbang P2B2 Banjarnegara, pabrik teh kepala jenggot Surakarta, Kesling Surabaya di Magetan, PDAM Kebumen n waduk Sempor, dan masih banyak lagi... dan itu semua pengalaman yang tak kan terlupakan..
Belum lagi praktik-praktik yang di lakukan seperti membuat sumur bor di Godean, survey nyamukdi Bantul n Sleman, identifikasi hunian sementara di Kaliurang, PKL di Puskesmas Mantrijeron, PKL di RSUP Dr. Sardjito, dan muaaasiiih banyak lagi....
And then,, bangga juga bisa di ajar dan di didik oleh dosen-dosen Poltekkes Jogja... Trimakasih bapak-bapak dan ibu-ibu dosen yang telah membagi ilmunya dengan ikhlas... :)
Serta thanks so much buat  teman-teman seperjuangan (kelas Reguler) yang udah bersama aku menghadapi pahit manisnya kehidupan (lebay :p)
Saat ini, sebentar lagi kita (tingkat 3) akan menghadapi yang namanya KTI di semester besok (enam).. Semoga semuanya lancar, lulus dengan nilai yang membanggakan, dan cepat mendapatkan pekerjaan... Aamiin ya Rabb....
Beberapa kenangan yang tak mungkin terlupakan :


Inspeksi vektor dan binatang pengganggu di ruang bangsal jiwa RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (:D)



Pemberdayaan masyaraka di Dusun Jetak I, Godean



Pengambilan sampel air bersih di rumah warga Suryodiningratan bersama HS (Hygiene Sanitasi) Puskesmas Mantrijeron


Pengukuran tingkat pencahayaan ruangan saat inspeksi sanitasi rumah di Suryodiningratan (Wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron)



Berkunjung ke bekas rumah Alm. Mbah Marijan setelah identifikasi hunian sementara (huntap) di Cangkringan (untuk memenuhi tugas KGD)


Membuat sumur bor di rumah warga di daerah Godean

Sanitasi Rumah

      Rumah merupakan tempat dimana kita tinggal, berteduh, berlindung dari paans dan hujan, serta temapt berkumpul dengan keluarga. Kesehatan rumah sangat penting untuk diperhatikan. Karena banyak terjadi interaksi antar anggota keluarga di dalam rumah. Selain itu, di dalam rumah juga banyak faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan maupun timbulnya dan menularnya suatu penyakit. Sebagai contoh, lantai yang licin dan tidak bersih akan menyebabkan penghuninya terpeleset, dan dapat menyebabkan penghuni tersebut cidera. Contoh lain adalah, bak kamar mandi yang tidak rutin dikuras akan terdapat jentik nyamuk Aedes aegypti dan dapat menyebabkan penyakit demam beradarah bagi penghuninya. Contoh lain lagi, kondisi ruangan dalam rumah yng lembab dan kurang mendapat sinar matahari akan mudah menularkan penyakit menular seperti TBC, ISPA, dan lain sebagainya.
     Oleh karena itu, sanitasi rumah perlu dilaksanakan agar tercipta rumah sehat yang mampu meningkatkan derajat kesehatan mausia (penghuni). Untuk dapat menciptakan suatu rumah yang sehat, maka rumah tersenut harus memenuhi beberapa persyaratan kesehatan antara lain :
- Syarat fisiologis
- Syarat psikologis
- Terbebas dari vektor dan binatang pengganggu
- Tidak menyebabkan kecelakaan
- Dan lain-lain
    Syarat fisiologis meliputi komponen fisik yang terdapat di dalam rumah tersebut. Seperti suhu dan kelembaban ruangan yang dipengaruhi oleh pintu, jendela, dan ventilasi. Suhu dan kelembaban yang memenuhi syarat akan membuat penghuni rumah merasa nyaman dan betah untuk tinggal di rumah. Juga akan mencegah timbulnya dan menularnya bibit penyakit. Pencahayaan ruangan yang juga dipengaruhi oleh jendela, dan ventilasi. Pencahayaan ruangan yang terang, dan tidak menyilaukan akan membuat penghuni nyaman saat dalam keadaan membaca, serta tidak akan menyebabkan gangguan mata. Serta kebisingan yang dipengaruhi oleh ada tidaknya pagar, baik pagar tanaman maupun pagar permanen. Karena kebisingan yang berlebihan (tidak memenuhi syarat kesehatan) dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada penghuni rumah.
      Syarat psikologis berhubungan dengan jiwa atau batin penghuni rumah. Semua penghuni rumah mmebutuhkan tempat yang privasi dan untuk beristirahat. Adanya kamar tidur yang sesuai dengan jumlah anggota keluarga akan berpengaruh positif terhadap psikologis penghuni rumah tersebut. Dan sebaliknya, ketidakterpenuhannya kebutuhan kamar tidur dapat menyebabkan dampak negatif pada psikologis penghuni rumah tersebut.
    Terbebas dari vektor dan binatang pengganggu dapat diatasi dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan di sekitar rumah tersebut. Antara lain dengan cara menguras bak mandi secara rutin, meniadakan barang-barang di luar rumah yang dapat menampung atau menyebabkan genangan air, meniadakan tumpukan barang yang dapat digunakan untuk sarang kecoa atau tikus, dan lain sebagainya.
   Tidak menyebabkan kecelakaan dapat diatasi dengan memilih bahan bangunan yang tepat dan baik saat membangun rumah tersebut. Yaitu memilih bahan yang tidak mudah rapuh, tidak mudah berkarat, tidak licin, dan lain sebagainya. Selain hal tersebut, juga harus menjaga kebersihan rumah seperti pada laintai. Sehingga tidak akan menyebabkan kecelakaan bagi penghuni rumah tersbut.
     Jika beberapa syarat kesehatan tersebut dapat terpenuhi dalam suatu rumah, maka rumah tersebut dapat dikatakan rumah sehat. Serta tidak dapat menyebabkan penyakit atau kecelakaan bagi penghuni rumahnya. Sehingga derajat kesehatan manusi (penghuni) nya pun dapat meningkat......




Daftar pustaka : sedikit ilmu pengetahuan yang ada di otak

Sabtu, 15 Desember 2012

berlatih memposting scribd "milik orang lain"

=====   mencoba hal baru... mengembangkan ilmu di bidang teknologi...  =====

Cara memposting scribd milik orang lain (yang sudah ada) adalah dengan cara membuka scribd tersebut, kemudian klik Embed pada bagian bawah scribd. Lalu di copy dan paste kode-kode tersebut ke dalam HTML saat entri baru (membuat postingan baru).
Silahkan mencoba! :)

copast scribd from "Bapak Abdul Hadi Kadarusno"
Kuliah Aplikasi Komputer - MS Word-2

Jumat, 14 Desember 2012

cara mengambil sampel air kimia dan mikrobiologi

Untuk mengetahui kualitas air bersih maka harus dilakukan pemeriksaan sampel air. Sampel air merupakan sejumlah air yang representatif atau sudah mewakili air di tempat/lingkungan tersebut. 
Teknik atau metode pengambilan sampel air tergantung dari jenis pemeriksaan air yang akan dilakukan. Apakah itu pemeriksaan kimia, atau pemeriksaan mikrobiologi. Pengambilan sampel air untuk pemeriksaan kimia bersifat non aerasi atau jangan sampai ada udara/oksigen yang masuk. Sedangkan pengambilan sampel air untuk pemeriksaan mikrobiologi bersifat aseptis atau steril. Serta peralatan/wadah yang digunakan pun  juga berbeda. Pengambilan sampel air untuk pemeriksaan kimia menggunakan jrigen, sedangkan pengambilan sampel air untuk pemeriksaan mikrobiologi menggunakan botol kaca steril yang sebelumnya di sterilkan dalam suhu tertentu.

Berikut ini adalah contoh video mengenai cara pengambilan sampel air untuk pemeriksaan kimia dan pemeriksaan mikrobiologi :



Source : Youtube

Senin, 10 Desember 2012

Rekayasa Sarana Sanitasi "Penurun Kesadahan Air"

Kesadahan dalam air dapat diturunkan dengan menggunakan zeolit. Selain zeolit, bahan yang juga dipakai adalah pasir halus. Zeolit dan pasir yang dimasukkan dalam rangkaian pipa PVC harus terlebih dahulu dilakukan pencucian dan pengeringan/penjemuran.

 

 Foto di atas adalah proses penjemuran pasir.

 


Foto di atas adalah rangkaian pipa PVC yang berisi zeolit dan pasir.

 Dua PVC pertama berisi zeolit, sedangkan PVC ketiga berisi pasir sebagai filter.


--------------------------------------

 

Air bersih yang sadah dialirkan ke rangkaian  pengolahan tersebut dari bak resorvoar yang di atas (bak warna biru pada gambar). Air yang mengalir dan melewati zeolit dan pasir tersebut akan mengalami penurunan kesadahan. Terbukti dari uji fungsi yang telah dilakukan, terjadi penurunan kesadahan dari 246,012 mg/L CaCO3 menjadi 176,292 mg/L CaCO3.

 

(Praktikan : Akhsan, Avit, Desy, Dyka, Irma, Mb Ipeh)

Senin, 03 Desember 2012

Pengambilan Sampel Tanah

     Tanah berasal dari bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum, yang  merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.  Ada tiga kemungkinan keadaan larutan tanah, yaitu keadaan asam, keadaan netral dan keadaan basa. Bila tanah terkandung ion hidrogen yang cukup banyak, maka tanah trsebut bersifat asam, dengan pH antara 0-7. Sebaliknya tanah akan bersifat basa atau alkali  apabila mengandung ion OHˉ dengan nilai pH 7-14. Metode yang biasanya dipakai dalam menentukan pH tanah adalah metode elektrometris yaitu memakai pH meter dan metode warna dengan memakai indicator warna.
    Untuk memperoleh gambaran akan kelembaban tanah, perlu mengetahui keadaan air tanah, udara tanah yang dapat menyebabkan ruang udara tanah sangat menurun jika udara tanah meningkat, suhu tanah dan tekanan barometer, serta keadaan atau keberadaan mikroba yang terdapat tanah.
      Selanjutnya, untuk mengetahui gambaran tanah tersebut perlu dilakukan pemeriksaan tanah baik pemeriksaan kimia maupun mikrobiologi. Dalam pemeriksaan tanah tersebut diperlukan tanah yang sudah dapat mewakili keadaan tanah di sekitar tempat yang diambil tanahnya tersebut, atau biasa disebut dengan representatif.
       Adapun peralatan yang diperlukan antara lain :
- Auger / bor tangan
- Sekop
- Plastik pembungkus piltop vol 2 kg
- Sarung tangan
- Sepatu boot
- Topi kerja / helm
- Masker
- Alat tulis
- Box sampel

    Tidak lupa, setelah selesai mengambil sampel tanah dan telah dimasukkan dalam plastic piltop harus dilakukan pelabelan yang berisi keterangan berikut ini :
a. Tanggal pengambilan sampel  : ..............................
b. Lokasi pengambilan sampel    : ..............................
c. Jenis sampel                          : padatan/sampah/tanah *)
d. Jenis pemeriksaan                  : fisik/kimia/mikrobiologi dan parasitologi *)
e. Nama petugas                        : ...................................
f. Tanda tanga                           : .....................................

Berikut video mengenai pengambilan sampel /contoh tanah :


Source : Youtube

Minggu, 18 November 2012

Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Jetak I Godean Yogyakarta

     Pada tanggal 8 Oktober-10 November 2012, mahasiswa semester V Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di puskesmas-puskesmas Kota Yogyakarta dan pemberdayaan masyarakat di dusun-dusun yang berada di Godean, Gamping, Sleman Yogyakarta.
     Saya (Dyka Nugrahaningsih) beserta anggota kelompok saya yang lain (Angger, Dinan, Febriana, Nellis, dan Rafita) mendapatkan lokasi PKL di Puskesmas Mantrijeron dan pemberdayaan masyarakat di Dusun Jetak I. PKL di Puskesmas Mantrijeron dilaksanakan setiap hari Senin-Sabtu pada jam kerja. Sedangkan pemberdayaan masyarakat di Dusun Jetak I tidak dilaksanakan setiap hari, melainkan pada hari-hari yang telah disepakati antara mahasiswa dengan pihak Dusun Jetak I (bapak dukuh). Misalnya pada saat ada pertemuan warga, atau arisan yang biasanya dilaksanakan oleh warga sekitar.
       Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut terdiri dari 4 tahapan, yaitu L1 (pemaparan 10 besar penyakit yang ada di wilayah Puskesmas Godean II), L2 (CSS/Community Self Survey), L3 (pelatihan kader), dan L4 (desiminasi kader terhadap masyarakat). 
       L1 dilaksanakan dengan cara memaparkan 10 besar penyakit yang diderita warga di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Pemaparan ini dilaksanakan oleh mahasiswa (kelompok saya) terhadap warga yang hadir dalam pertemuan tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai kader masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, dengan memaparkan hal-hal yang berhubungan atau mempengaruhi penyakit-penyakit tersebut seperti pengertian penyakit, penyebab penyakit, faktor resiko, cara pencegahan penyakit tersebut ditinjau dari ilmu kesehatan lingkungan, dan lain-lain. 
       L2 dilaksanakan dengan melakukan survey ke masyarakat untuk mengatahui apakah benar 10 penyakit tersebut memang diderita oleh warga sekitar. Survey tersebut dilaksanakan oleh kader sendiri,di bantu mahasiswa dengan memfasilitasi peralatan survey seperti kuesioner dan stiker untuk menandai rumah yang telah disurvey. Selanjutnya, L2 di akhiri dengan penentuan atau pengambilan kesepakatan antara mahasiswa dengan kader mengenai penyakit apa yang akan di angkat menjadi materi dalam pelatihan kader yang akan dilaksanakan (L3). Dari musyawarah yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penyakit yang akan diangkat menjadi materi adalah hipertensi dan asam urat.
      L3 dilaksanakan dengan cara melakukan pelatihan terhadap kader mengenai penyakit hipertensi dan asam urat oleh mahasiswa. Dalam pelatihan ini, kedua penyakit tersebut di uraikan lebih luas lagi. 
       L4 dilaksanakan dengan cara melakukan desiminasi terhadap masyarakat oleh kader yang telah dilatih tersebut. Desiminasi ini dilakukan dalam bentuk memaparkan materi penyakit hipertensi dan asam urat tersebut kepada masyarakat lain (masyarakat luas, yang bukan kader dan belum dilakukan pemaparan penyakit tersebut).
    Secara singkat, tujuan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit-penyakit yang di derita masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Godean II, serta mengupayakan masyarakat agar mampu mencegah dan mengendalikan penyakit berbasis lingkungan yang berada di sekitar mereka.

       Berikut beberapa dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Jetak I, Godean, Gamping, Sleman, Yogyakarta.







Foto di atas adalah kegiatan L1  (pemaparan 10 besar penyakit) yang bertempat di rumah Bapak Dukuh Jetak I.




Senin, 12 November 2012

Sanitasi Industri di Wilayah Kerja Puskesmas Mantrijeron

      Kegiatan PKL di Puskesmas Mantrijeron yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober-10 November 2012 bertujuan unutk memenuhi tugas dari 4 mata kuliah, yaitu Klinik Sanitasi, Praktik Sanitasi Tempat-Tempat Umum, Praktik Penyehatan Pemukiman, dan Praktik Sanitasi Lingkungan Kerja Industri.
       Kegiatan yang dilakukan dalam rangka Praktik Sanitasi Lingkungan Kerja Industri yaitu yang pertama melihat data industri apa saja yang terdapat di wilyah kerja Puskesmas Mantrijeron, kemudian mengambil sampel industri sebanyak 6 industri untuk dilakukan inspeksi sanitasi. Keenam industri tersebut adalah industri percetakan, mebel, bordir, backery & cake, bengkel las, dan batik.
     Kegiatan yang dilaksanakan di keenam industri tersebut yaitu menginspeksi sanitasi lingkungan kerja yang berada di industri tersebut, serta melakukan pengukuran komponen fisik seperti mengukur tingkat pencahyaan, kebisingan, kecepatan aliran udara, serta suhu dan kelembaban.
     Berikut dokumentasi serta laporan hasil sanitasi lingkungan kerja industri di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron :


Dokumentasi




Ruang produksi di industri Cake & Backery Masrifah




Pengukuran Kecepatan Aliran Udara dengan Anemometer di Ruang produksi di industri Cake & Backery Masrifah





Pengukuran kebisingan lingkungan luar di industri bordir Bang Tohir Shinta




Ruang produksi industri bordir Bang Tohir Shinta




Tampak depan industri batik Mataram

      Dan masih banyak lagi dokumentasi industri yang kami inspeksi untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Sanitasi Lingkungan Kerja Industri. 
       Berikut laporan atau hasil inspeksi sanitasi 6 industri di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron :

PPT